My NoBlog [Novel on Blog]

Novel Dariku

Disorder World

tinggalkan komentar »

Prologue

2056 — Tata dunia baru dikendalikan oleh empat poros utama : Kekaisaran Jepang, Monarki India, Komunis China dan Indonesia Raya. China dan Jepang saling mengikat diri dalam persekutuan dalam rangka penguasaan atas sumber energi untuk kepentingan industri mereka dan perburuan otak-otak cerdas di setiap jengkal bagian dunia. Monarki India menolak ajakan Indonesia Raya dalam menghadapi aliansi Jepang-China karena kebijakan militer Indonesia Raya dalam menangani pemberontakan etnik Hindu di Bali. Konstalasi kekuatan dunia yang terkonsentrasi di Asia, empat pemain utama dalam tiga poros untuk dua penguasaan : sumber energi dan otak-otak cerdas. Amerika Serikat tidak lebih dari sekedar McDonald dan Starbucks, Eropa hanya menyisakan restoran Perancis dan sphagetti Italia. Inggris Raya hanya disibukkan dengan liga sepak bolanya. Ya, dunia akhirnya berada dalam rengkuhan filosofi timur yang luhur namun saling berseteru.

Intruder

Palangkaraya, ibukota Indonesia Raya. Rabu, 2 Januari 2056. Handaru, mahasiswa semester tujuh jurusan Computer Physics, Mahakam Institute of Technology (MIT), terjaga hingga jam 3 dini hari, menunggu result atas trojan yang berhasil dia tanamkan di server pusat data badan intelejen Kekaisaran Jepang. Blink, popup chatroom-nya berkedip :

chat3.png

“Bandara ? bagaimana dia mengenaliku ? apa benar dia ITA ? gak ada pilihan, aku harus ke bandara.” Hanya dengan membawa laptop Mac kesanyangannya dengan tas ransel butut-nya, Handaru pergi ke bandara naik motor Honda ‘Strugle‘ Tiger, motor produk Kekaisaran Jepang yang memikat hatinya karena dia merasa ‘gagah’ dengan menungganginya, satu-satunya sisi maskulin yang masih tersisa dari dirinya, karena telah ‘menghabiskan’ hidupnya hanya di depan mesin yang dikenal dengan komputer server di kampusnya, atau kalau nggak dengan laptop Mac-nya yang setiap saat dapat terkoneksi dengan server di kampusnya itu. Gerbang masuk bandara dijaga segerombol tentara, tunggu, dari baret yang mereka kenakan mereka adalah Kopassus. Ada apa ? kenapa bukan dari prajurit dari Angkatan Udara seperti biasanya ?

Antrian mobil yang mau masuk bandara lumayan panjang, tapi para tentara itu tidak mau membuang waktu, mereka mendatangi mereka termasuk … aku. “Anda Handaru ?”, tanya seorang Kopassus kepadaku. “Ya.”, jawabku singkat kerena heran dari mana dia tahu namaku ? “Ok, Anda ikut saya !” ajaknya, atau lebih tepatnya paksanya. “Lapor komandan, target sudah ditemukan, mohon ijin segera dijemput !” lapor si Kopassus kepada komandannya melalui alat komunikasi internal mereka, tak seberapa lama kemudian, dari arah gerbang keluar bandara meluncur tiga buah Jip militer mendekati kami, “Masuk ke Jip yang tengah !,” perintah si Kopassus tadi. Dengan masih menyimpan seribu satu pertanyaan aku menuruti perintahnyanya. Segera aku dibawa ke landasan pacu dimana sebuah jet canggih telah menungguku. “Silahkan naik, mohon maaf atas ketidaknyamanan yang telah anda rasakan” kata si Kopassus. “Akhirnya sisi humanis tentara keluar juga,” pikirku. Aku hanya bisa tersenyum dan melangkah menaiki tangga jet yang telah menungguku dengan deru mesin yang memengkak-kan telinga.

“Hello Handaru !” sapa seseorang melalui pengeras suara stereo yang ada dalam pesawat yang mengagetkanku karena terkesima dengan semua kecanggihan yang ada dalam jet ini. Perlahan layar datar turun dari atap pesawat tepat di depanku. Wajah seorang wanita cantik dengan mata biru dan rambut hitam yang panjang bergelombang tampak di depan mataku. Sejenak, tak ada apa pun yang aku bisa lakukan selain terkesima seperti terhipnotis. Seulas senyum manis terkembang, “Hello !” katanya. “Yup, maaf !” jawabku tergagap. “Namaku Tamara, ITA” ujarnya memecah kebekuan. “Ok, aku Handaru, kamu sudah tahu, kan ?” tanyaku. “Tentu, superhero yang nge-hack server pusat data spionase Kekaisaran Jepang dengan realname dan dari server kampusnya.” ledek-nya. “Oya ! bagaimana dengan server kampusku yang aku gunakan ?” tanyaku. Server ini sebenarnya adalah server backup dari web server institute, karena fungsinya hanya sebagai backup, maka sering aku gunakan untuk ‘keperluan lain’, seperti malam ini. Kebetulan aku adalah salah satu mahasiwa anggota tim developer web server kampus. “Tenang, sudah aku bereskan, jagoan !” jawabnya. “Bagaimana kamu bisa masuk ? aku sendiri yang bikin enskripsi login-nya, kamu bisa menerobosnya ?” tanyaku penasaran. “Gak, aku telepon rektor kamu dan minta agar server kampusmu di-shutdown, cabut listriknya !” jawabnya. “Wow … !!!??”, pikirku, wanita kuasa macam apa dia sehingga bisa memerintahkan rektorku ‘mematikan’ server pada dini hari begini. “Ok, cowboy ulahmu telah membangunkan semua orang penting negeri ini karena resiko konfrontasi dengan Kekaisaran Jepang, bahkan dua pesawat tempur F56 harus mengawalmu, presiden saja tidak pernah mendapatkan pengawalan seperti itu, lihat ke jendela !”. Astaga, dua pesawat tempur tercanggih saat ini, F56, benar-benar mengawal jet ini. Aku hanya bisa terpaku. “OK, hacker, istirahatlah jika bisa, kamu boleh ambil coke atau yang lainnya asalkan jangan wine, kerena kamu belum cukup umur. Kita akan bertemu presiden.” katanya mengakhiri pembicaraan. “Presiden ?”

bersambung . . .

Catatan : ITA (Information Technology Agency) lembaga spionase yang paling berpengaruh di Indonesia Raya bahkan dunia baru yang telah tunduk pada teknologi informasi.

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Written by handarusakti

Agustus 12, 2007 pada 5:45 am

Ditulis dalam Petualangan

Tinggalkan Balasan