Disorder World Part III
About Tamara
“Makanan India enak tapi pedas, tapi bagimu yang doyan pedas, kakek rasa tidak menjadi masalah.” kata kakek Handaru pada cucunya yang bimbang menatap makanan yang terhidang di hadapannya. “Dan satu lagi, hidangan ala India di hotel ini adalah yang terenak di seluruh India.” tambah Tamara yang ikut nimbrung. “Memangnya kamu sudah sering ke India ?” tanyaku dengan nada sedikit mengejek. “Handaru, Tamara ini adalah komandan ITA, jadi jangankan India, tidak ada sejengkal pun tanah di dunia ini yang belum pernah diinjaknya. Tidak seperti kamu, yang hanya berkutat di ruang server kampusmu dan setiap bulan menunggu kiriman uang dari bapakmu, oh…ya, bagaimana kabar bapak dan ibumu ?” “Bapak dan ibu sehat, kakek…kabar nenek gimana ? Aku kangen.” jawab Handaru sendu. “Sudahlah, jangan berpura-pura, kangen nenekmu atau tambahan uang saku darinya ?” sindir sang kakek. Maka derai tawa Tamara pun tak terbendung lagi menyaksikan ulah kakek dan cucunya ini.
“Ada yang ingin aku tanyakan kepada kalian, kenapa Tamara memanggil kakek sebagai komandan pertama ?” Maka berceritalah kakek Handaru bahwa dirinya sebenarnya adalah komandan ITA pertama yang salah satu anak buahnya adalah ayah Tamara. Namun pada suatu operasi rahasia yang terbongkar di China, ayah Tamara tewas tertembak dalam baku-tembak di Hongkong. Singkat cerita, rupanya Tamara mewarisi kemampuan ayahnya dalam dunia spionase digital. Setelah lulus dari National Institute of Technology India, kakek Handaru merekutnya sebagai agen. Lima tahun berselah, masa jabatan kakek Handaru berakhir dan Tamara yang menggantikannya sebagai Komandan ITA. Hal ini dimungkinkan karena dalam ITA kemampuan seseorang adalah faktor pertimbangan paling utama dalam penjenjangan karir dan bukan senioritas. “Begitulah kisahnya, anak muda.” ujar kakek Handaru.
“Padahal dia cuma selisih empat tahun lebih tua darimu, lho !?” tembak kakek Handaru kepada cucunya yang terkesima ceritanya perihal Tamara. “Eh….iya…emangnya kenapa ?” jawab Handaru sekenanya. Kakek handaru hanya tersenyum sambil meneruskan makannya. Sementara itu Tamara hanya termenung, rupanya ia teringat ayahnya. Mengetahui ia diperhatikan Handaru, Tamara berkata dengan tergesa-gesa berusaha menutupi perasaannya, “Sepertinya cucu komandan pertama sebentar lagi harus juga masuk ke ITA, kemampuannya menyusup server orang lain perlu diarahkan.” “Ogah, aku gak sudi menjadi agen ITA, apalagi menjadi anak buahmu, komandan kedua.” ledek Handaru. Kakek Handaru dan Tamara hanya tersenyum.
“Baiklah, kamu sudah siap Handaru ?” tanya kakek. “Always.” jawab Handaru yang masih kesal diledeki menjadi anak buah Tamara. Kalau jadi pacar Tamara mungkin dia tidak menolak, tapi kalau jadi anak buah ? entar dulu. Cucu Mr. Handaru Sakti, Chairman Light Intermultimedia, Co ini memang dikenal memiliki ego yang tinggi. Pernah suatu saat mendapat nilai B dalam mata kuliah Kecerdesan Buatan, dan merasa seharusnya mendapat nilai A, maka ditantanglah dosen pengajarnya membuat code langsung di depan kelas dengan tema terserah sang dosen. Akhirnya sang dosen menyerah dan memberinya nilai A. “Baiklah kita naik kereta bawah laut.” kata Tamara.
“Kereta bawah laut ?” . . .
bersambung . . .
Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa