Disorder World Part II
Strained Situation
“Ini dia jagoan kita !” seloroh lelaki paruh baya berwajah tegar yang dipundaknya diamanatkan nasib republik ini. Negara yang dalam posisi strategisnya saat ini merupakan salah satu kutub dari empat kutub tata dunia baru. Namun sebenarnya lebih tepat jika disebut tiga kutub berseberangan karena Kekaisaran Jepang dan Komunis China sepakat membentuk aliansi dan masih ada India di kutub yang lain yang masih menemukan beberapa kendala dalam usaha membangun persekutuan dengan Indonesia Raya. Persekutuan antara Kekaisaran Jepang dan Komunis China sebenarnya tidak terlalu kuat karena didasarkan pada kepentingan atas penguasaan akses sumber-sumber energi dan otak-otak cerdas yang merupakan kebutuhan vital era industri baru saat ini, sehingga setiap saat bisa saja pecah apalagi psikologis sejarah yang kurang mendukung karena di masa lalu Jepang pernah menjajah China.
“Bapak presiden, ini Handaru Jr, cucu dari Mr. Handaru Sakti, Chairman Light Intermultimedia, Co. dan Handaru, seperti yang kau tahu, beliau adalah bapak presiden kita.” kata Tamara memperkenalkan kami masing-masing. Sambil berjabat tangan, Handaru menyapa : “Mr. presiden, maafkan saya yang telah merepotkan Anda !”
“Bukan hanya aku, bahkan bukan hanya negara kita yang yang kau buat kalang-kabut, namun segenap konstalasi tata dunia baru kita saat ini sedang bersitegang.” jawab sang Presiden dengan sangat jelas namun terasa tenang untuk urusan yang segawat itu. “The last world war bisa saja terjadi.” imbuh sang presiden. “Namun semua bisa dicegah jika aku mengabulkan permintaan mereka agar menyerahkan kamu dan menjamin bahwa segala informasi perihal aktivitas penyusupanmu ke server data intelegen Kekaisaran Jepang tidak ada yang bocor.” kata presiden. Sontak Handaru menjawab, “Kalau begitu serahkan saja saya kepada mereka !” Sambil tersenyum dan mengalihkan pandangannya kepada Tamara, sang presiden berkata lirih, “Benar-benar anak kemarin sore.”
“Baiklah anak muda, kita ke ruang sebelah, agaknya kakekmu telah tiba !” “Kakek ? di sini ?”
“Maafkan ulah cucu saya bapak Presiden, saya akan bawa dia ke Light Camp di Malang, karena di sana seperti pulau terpencil yang sama sekali tidak akan diduga pihak Kekaisaran Jepang. Lagi pula kami memiliki saluran aman yang tidak pernah terdeteksi keberadaannya hingga saat ini. Di samping itu, di sana berkumpul 350 ‘ilmuwan komputer’ handal yang siap membantunya menerobos sistem basis data intelejen Kekaisaran Jepang dan membuat jejak yang ditinggalkan oleh cucuku ini terlihat seperti anomali algoritma program mereka sendiri. Atau kita bisa saja melimpahkan kesalahan ini kepada Google.”
“Baiklah kalau begitu Mr. Handaru, bawalah 50 orang ITA dibawah kendali Tamara !” jawab Presiden.
“Dengan segala hormat, tidak perlu bapak Presiden, kalau boleh saya meminta biar Tamara saja yang bersama kami kembali ke Indonesia !” kata kakek Handaru. Presiden berwibawa itu hanya mengangguk lalu berkata pada Tamara, “Tamara, aku percayakan urusan kakek dan cucunya ini kepadamu !” “Siap, pak !” jawab Tamara tegas.
“Kalau begitu, aku akan menemui raja India di Istana Taj Mahal sekarang, kolonel, apakah mobilku sudah siap ?”
Seorang kolonel yang kelak di kemudian hari baru aku ketahui bahwa dia adalah komandan Paspampres dengan sigap memberikan hormat dan menjawab, “Siap, pak !”.
Selepas presiden meninggalkan ruangan ini dan hanya menyisakan kami bertiga di ruangan ini, kakek Handaru berkata pada Tamara, “Kita kembali dulu ke hotel !”. “Siap, komandan pertama !” jawab Tamara yang bagi Handaru Jr. terdengar aneh.
“Komandan pertama ? di mana aku sekarang ? India ?” berpuluh-puluh pertanyaan berputar di kepala Handaru Jr meminta jawaban.
“Ya, kita di India dan aku tahu kalau kamu lapar.” kata kakek Handaru seolah tahu apa yang sedang berkecamuk di kepala cucunya. Dan Tamara hanya menanggapinya dengan seulas senyum tersungging dibibirnya.
bersambung . . .
Catatan :
- Sebaiknya Anda membaca ini, agar lebih tahu alur dan latar belakang cerita serta beberapa istilah sebelumnya.
- Google adalah mesin pencarian di internet yang paling populer, perusahaan ini milik pemerintah komunis China hasil akuisisi dua dekade silam dari apa yang dulu disebut sebagai negara Amerika Serikat. Google adalah salah satu dari sedikit sisa kejayaan Amerika.
Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa